Postingan

Trending Topic

Lalu

Semua berlalu Dengan nada indah yang menggebu Aku bersenandung pilu Denganmu Tanpamu Bersamamu Aku tersedu Mengingat semua yang pernah terjadi Seakan menyisakan tragedi Diambang batas manusiawi Aku menapakan kaki Untuk tetap berdiri Luluh lantah Hancur lebur Porak poranda Bagian yang aku sebut hati Beginilah aku sekarang Mati sendiri Dalam nyawa kehidupan                                                                                     Surabaya, 27-05-2019

Penguasa

Jayalah engkau dengan kehidupan glamor Guna keberhasilanmu memeras dan menindas perekonomian rakyat menengah kebawah Engkau hujani mereka dengan harga yang melambung tinggi Sehingga tak ada satupun dari mereka yang bisa menjangkaunya Dan dari situ, jutaan nyawa engkau korbankan Demi kepentingan pribadi Sumpah serapah tak kau hiraukan Peringatan yang menjadi tanda bahwa engkau hanya sementara Masih tak juga engkau hiraukan? Maka kaum yang tertindas segera menjalankan misinya Dari kehidupan yang tak tau arah Sekarang menjadi satu arah; pembantaian Aksi sudah dilancarkan, semua ikut-ikutan Merayakan penindasan terhadap penguasa yang suka mengatur kehidupan Caci maki menjadi saksi, rakyat lebih hebat dari penguasa Suara lirih terdengar dalam luka seorang penguasa

Manusia

Jelmaan manusia berserikat yang tak pernah puas Sekian juta manusia yang ada di puncak kehidupan Sekian miliar orang yang berada dalam kemiskinan Senaif itukah, mereka yang disebut Manusia? Dan Tidak adil jika mereka yang berada di puncak, berhasil hidup lebih lama dari mereka yang berada di bawah Tidak ada satupun kekuasaan, yang bisa diganggu Sementara mereka yang tertindas hanya bisa mengeluh Dan hanya bisa melihat diri mereka ditindas, dihancurkan, diinjak-injak, bagai sampah yang dibuang ke selokan Gema tangis dilantunkan secara lirih, dengan jiwa yang meronta 'kembalikan aku pada kehidupan yang layak' Tak satupun manusia yang mendengar suara lirih itu Tak satupun manusia yang peduli akan jeritan hati tersebut Lantas Semakin hancur dunia jika masih ada manusia yang tertindas Dan akan runtuh partikel kecil yang disebut kemanusiaan

Sebatang Rokok

Segelas kopi panas Kuseduh tanpa ampas Menyeruput dengan pas Sampai bibir merah kepanasan Dengan ditemani sebatang rokok Yang menjadi kebutuhan pokok Dikalah hati membutuhkan sosok Menopang hati yang rontok Tak kusesali bahwa tanpamu Aku merasa hebat dengan sejuta kekososngan Dalam sanubari yang aku bangun Lalu hancur lebur                                                                                                     Surabaya, 27-05-2019

Tidur

Dalam balutan selimut Terasa hangat seperti lembah di ufuk timur Saat semua masih tertidur Dengan kau yang masih mendengkur Tersimpan angan Harapan Kenangan Serta rasa yang pernah diucapkan oleh sebatas kasih sayang Jangan sayang Tidakkah kau mengerti kembang Indah untuk kau pandang Tanpa merusak pemandangan Aku mengucapkan selamat jalan kenangan                                                                                                 Surabaya, 27-05-2019

Hujan

Hujan sering kali membasahi tubuh ini, yang mengharuskan aku merasakan dingin yang menusuk, terang aku menatap awan yang gelap seolah bersedih dengan ketidakhadiranmu disini. Ku coba berdiri tegak, melawan derasnya air yang berjatuhan dengan segenap kekuatan kuarungi limbah kerinduan dalam tangis hujan yang menghadang. Kusibak rambutku untuk tidak mengganggu arah pandang yang tertuju kepadamu, dengan begitu kamu bisa melihatku dari jauh. Terlihat perubahanmu yang semula baik-baik saja menjadi tak karuan, karena derasnya air yang mengalir begitu saja di seluruh tubuhmu. Angin berhembus kencang menghantarkan udara dingin yang menyelimuti tubuh ini tanpa ada rasa sakit dikala dingin menusuk, aku memeluk diriku untuk mencari ruang hangat yang sudah tercipta ditubuh ini, menggali apa yang memang sudah seharusnya. Aku hanya berfikir, kenapa hujan selalu datang dan menumpahkan air yang begitu banyak seakan tak pernah habis untuk dihitung? Dari situ pemikiranku sudah terpacu oleh jutaan ri...

Don't Judge Anyone

Ada banyak cerita yang mungkin terjadi disekitar kita, entah itu cerita buruk, baik, senang, sedih, sampai mengharuhkan dll. Tetapi terkadang cerita yang sama berulang-ulang Dan menjadi topik bahasan yang menarik untuk diperbincangkan dan itu tanpa tau kebenaranya, memang cerita tersebut mungkin terlalu hangat untuk mereka santap sembari olahraga. Ada kalanya semua yang kita bayangkan tak pernah terjadi, justru sebaliknya yang terjadi sesuai kenyataan yang ada. Suatu malam yang dingin, panggil saja aku miftah, dingin ini menusuk hidung yang sedang terkena flu, sampai aku tak kuat menahan bersin yang beberapa kali terlontar, “hacin, wahingg , hasinnnnn.....” terdengar seperti 3x semburan tetapi hanya satu semburan yang kujadikan satu untuk mempersingkatnya. Aku mencari kemana obat yang biasa aku minum untuk meredahkan situasi ini dengan terburu aku mencari obat di meja ibuku yang memang disimpan disitu dengan rapi nya tertata lalu kuacak-acak untuk mencarinya, setelah beberapa saat ke...