Best Mistakes - Part 3

Hari-hari aku lalui bersama po dengan keindahan batin dan jasamani, membuat aku berada dalam surga kecil yang ada di dunia dan membuatnya semakin nyata dengan kemesraan kami. Kami hampir setiap hari membuat sesuatu yang spesial di hidup kami dan itu sangat indah, bersamaan dengan itu harapanku satu-persatu mulai tercapai. Suka cita kami rasakan bersama dan jangan pernah pergi dari hidupku. Aku ingin masa depanku dan po bahagia, aku ingin memiliki seorang anak dan belum tercapai sekarang.

Setelah beberapa bulan, po agak berubah! Menjadi pendiam dan sering marah-marah untuk sesuatu yang kecil. Aku hanya bisa membuat kan coklat panas untuk menenangkannya, tapi itu semua percuma. Po tetap saja menjadi keras kepala, aku pun tak tau apa penyebabnya tapi yang jelas itu sangat membuatku sedih. Po berkata, “mengapa kau setolol ini? Mengapa kau membuat masakanku jadi berantakan?” padahal aku hanya menambahkan garam secukupnya. Aku hanya bisa terdiam melihat po marah seperti, aku yang tidur di sofa dan merenung, “apa kesalahanku sehinnga po marah seperti itu?” aku terus memikirkannya dan aku terlelap oleh pikiranku.

Jam menunjukan pukul 9.00 am waktu setempat, aku segera bangkit dari tidurku dan menuju kamar untuk membangunkan po. Tapi aku hanya melihat sebuah foto tergeletak diatas ranjang dengan tulisan dibaliknya, “aku pergi, jangan pernah mencariku!!!!!” melihat tulisan tersebut hatiku sangat hancur, aku tak tau apa yang harus aku lakukan? Mencarinya atau menunggunya kembali? Aku berpikir seharian dan selalu menatapi tulisan tersebut. Aku pun lupa dengan kondisi diriku sendiri, sampai aku terkena penyakit jantung dan kanker karena terlalu stres dan tidak bisa menjaga kondisi kesehatanku.

3 tahun berlalu saat penyakit itu semakin merasuki tubuhku dan membuat aku lebih kurus dari sebelumnya, tak ada yang merawatku. Aku hidup sebatang kara dengan sejuta kenangan manis yang ada di otak dan di rumah ini, membuat aku tersenyum saat memikirkan senyuman manis dari po yang bisa membuat aku gemas. Dan aku tidak mencari po karena aku tau, itu sudah tidak mungkin. Aku tau kalau aku akan menuju dunia lain, dan sebelum itu tiba aku menulis surat untuk po dan aku tinggalkan di ranjang. Setelah aku tiada di dunia ini, rumah yang aku tinggal itu kosong tanpa penghuni. Tapi barang-barang yang ada disana masih tertata rapi karena setiap hari aku sering membersikannya.

2 tahun setelah kematianku, po pun kembali ke rumah itu saat semua sudah banyak debu dan hewan-hewan kecil yang tinggal disana. Dia menyusuri sekitar rumah memastikan kalau ada orang yang ada didalam, tetapi tidak ada siapapun disana. Po lalu masuk dengan menggunakan kuci cadangan yang dia bawa, agak susah untuk membuka pintu yang sudah lama tidak dibuka. Banyak debu di sana yang mengharuskan po memakai masker, untuk melindunginya karena dia sangat alergi dengan debu. Lalu dia menuju kamar melihat saksi bisu kita, dan ada sepucuk surat yang tertutupi oleh debu. Dia mengambilnya dan mengusapnya secara perlahan dan melihat tulisan “untukmu malisa aku akan menunggumu kembali, sampai kapanpun itu.” sambil meneteskan air mata po membuka amplop surat tersebut dan membaca isi suratnya. “Setiap aku memikirkanmu aku selalu tersenyum. Setiap mengenangmu aku serasa ada. Setiap aku melihat fotomu aku menangis. Aku berusaha menjadi yang terbaik untukmu, aku berusaha menjadi semua yang kau harapkan, aku berusaha untuk semua bisa terwujud. Tapi aku hanya bisa membuatmu marah, membuatmu menangis, membuatmu jatuh. Aku selalu melakukan kesalahan di matamu, semua yang aku lakukan adalah salah untukmu. Tapi aku tidak pernah mengeluhkan itu, aku  menjadi kuat untuk membuat tenang. Aku berusaha menjadikanmu sesuatu yang berarti dihidupku, tapi kau hanya menganggapku orang yang menyebalkan bagimu. Aku tak tau harus melakukan apalagi, setelah aku menemukan foto kita tergeletak diatas ranjang dan kau menuliskan kepergianmu yang entah kemana aku tidak tau. Tapi yang aku tau, kau menyayangiku. Aku percaya akan hal itu, aku percaya dengan semua mimpi tentang kita di masa lalu. Aku selalu bahagia saat aku memikirnya dan selalu meneteskan air mata saat aku melihat fotomu. Aku telah menurutimu untuk tidak mencarimu kemana pun kau pergi, yang ku lakukan hanya menunggumu kembali. Sampai aku melihatmu di surga nanti, aku akan selalu menunggumu malisa. Tak kan pernah ada kata lelah untuk berjuang menunggumu. Semoga kau membaca surat terakhirku ini malisa. Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun, sampai aku menghembuskan nafas terakhir dan menutup mataku. Hati ini selalu berkata 'kembalilah malisa, maafkan aku yang tidak bisa membuatmu bahagia'.” kau pun menangis saat membaca suratku, dan tidak percaya kalau aku sudah tiada.

Jangan pernah membuat kesalahan yang fatal karena pasangan kita tidak seperti apa yang kita mau, tapi terimalah pasanganmu dengan hati yang lapang dan jangan pernah mengubahnya menjadi orang lain. Karena yang aku tau saat kau merubah pasanganmu menjadi apa yang kamu mau, kamu akan merasa bosan dengan tingkahnya dan perlahan meninggalkannya. Karena itu bukan lah jati diri pasanganmu, kenalilah pasanganmu lebih dalam dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangimu sepenuh hati mereka dan ketulusan itu akan muncul dengan sendirinya.

Tamat..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penguasa

Manusia

Don't Judge Anyone