Boneka
Awalnya hanya sekadar tau, tapi lama-kelamaan aku mulai melirik kearah senyummu yang manis. Tak ada senyum seindah itu, hanya itu yang membuat aku tertegun kaku serta merinding karena begitu sempurnanya ciptaan tuhan. Tuhan maha besar dan penyayang, tuhan sangat adil kepada makhluknya. Dengan anugrah dari tuhan itu, kau memberikan sesuatu yang orang lain tidak punya. Suatu hal yang sangat menarik mataku untuk menatapnya lebih lama seakan kau hanya menunjukannya kepadaku. Perkenalan singkat kita berlalu begitu saja, tanpa ada hambatan dan keraguan sedikitpun untuk saling mengenal. Tawamu yang menggelitik membuat aku geli, seakan berkata "jangan pergi, tetaplah disini!" Hanya membuat dan mendengar tawamu aku sudah bahagia. Hari ini, hari bahagiamu dimana kamu merayakan hari kelahiranmu yang ke-17. Aku hanya bisa mengucapkan dan memberimu sebuah hadiah yang tidak begitu istimewah, dengan ragu aku memberikannya kepadamu dan dengan malu aku tersenyum melihat wajahmu yang juga me...