Boneka
Awalnya hanya sekadar tau, tapi lama-kelamaan aku mulai melirik kearah senyummu yang manis. Tak ada senyum seindah itu, hanya itu yang membuat aku tertegun kaku serta merinding karena begitu sempurnanya ciptaan tuhan. Tuhan maha besar dan penyayang, tuhan sangat adil kepada makhluknya. Dengan anugrah dari tuhan itu, kau memberikan sesuatu yang orang lain tidak punya. Suatu hal yang sangat menarik mataku untuk menatapnya lebih lama seakan kau hanya menunjukannya kepadaku. Perkenalan singkat kita berlalu begitu saja, tanpa ada hambatan dan keraguan sedikitpun untuk saling mengenal. Tawamu yang menggelitik membuat aku geli, seakan berkata "jangan pergi, tetaplah disini!" Hanya membuat dan mendengar tawamu aku sudah bahagia.
Hari ini, hari bahagiamu dimana kamu merayakan hari kelahiranmu yang ke-17. Aku hanya bisa mengucapkan dan memberimu sebuah hadiah yang tidak begitu istimewah, dengan ragu aku memberikannya kepadamu dan dengan malu aku tersenyum melihat wajahmu yang juga memerah semerbak bunga mawar yang merah delima. Kamu menerimanya dengan hati gembira dan hati yang tulus, Seakan melayang tanpa ada batasan. hari-hari berlalu dengan normal, sampai aku tau kau memilih orang lain untuk bersamamu. Aku hanya bisa tersenyum ke arahmu, seakan berkata, "bahagialah meski yang disampingmu bukan aku, mungkin pilihanmu itu yang terbaik!" Sambil berpapasan denganmu, dan setelahnya senyum ini berubah menjadi isak tangis yang mungkin bisa dibilang parah!
Tapi satu hal yang aku tau, bahagia dengan siapapun itu sudah menjadi pilihanmu. Dengan atau tanpa aku, kamu bisa memilih jalanmu sendiri, begitu juga sebaliknya. Aku bisa menikmati senyummu kapan saja aku mau tanpa harus mengatur jadwal keluar atau date. Karena yang aku tau, 'bahagia itu melihat orang yang kita sayang lebih bahagia dari kita. Dan kita harus bisa menahan rasa sakit itu, karena kita bukan lagi orang yang mereka sayang.'
Tapi jauh dari sepengetahuanku, kamu lebih menyayangi hadiah boneka yang aku beri. Karena lebih bisa mengerti kamu dan bisa menenangkan kamu dikala sedih dengan sesuatu yang membuat kamu demikian. Jadi, perjuangkan terus apa yang sudah menjadi prioritasmu dan sudah ada penyemangat dariku meskipun itu hanya benda mati. Jagalah terus titipan yang aku percayakan kepadamu, meskipun kita tua nanti.
Hari ini, hari bahagiamu dimana kamu merayakan hari kelahiranmu yang ke-17. Aku hanya bisa mengucapkan dan memberimu sebuah hadiah yang tidak begitu istimewah, dengan ragu aku memberikannya kepadamu dan dengan malu aku tersenyum melihat wajahmu yang juga memerah semerbak bunga mawar yang merah delima. Kamu menerimanya dengan hati gembira dan hati yang tulus, Seakan melayang tanpa ada batasan. hari-hari berlalu dengan normal, sampai aku tau kau memilih orang lain untuk bersamamu. Aku hanya bisa tersenyum ke arahmu, seakan berkata, "bahagialah meski yang disampingmu bukan aku, mungkin pilihanmu itu yang terbaik!" Sambil berpapasan denganmu, dan setelahnya senyum ini berubah menjadi isak tangis yang mungkin bisa dibilang parah!
Tapi satu hal yang aku tau, bahagia dengan siapapun itu sudah menjadi pilihanmu. Dengan atau tanpa aku, kamu bisa memilih jalanmu sendiri, begitu juga sebaliknya. Aku bisa menikmati senyummu kapan saja aku mau tanpa harus mengatur jadwal keluar atau date. Karena yang aku tau, 'bahagia itu melihat orang yang kita sayang lebih bahagia dari kita. Dan kita harus bisa menahan rasa sakit itu, karena kita bukan lagi orang yang mereka sayang.'
Tapi jauh dari sepengetahuanku, kamu lebih menyayangi hadiah boneka yang aku beri. Karena lebih bisa mengerti kamu dan bisa menenangkan kamu dikala sedih dengan sesuatu yang membuat kamu demikian. Jadi, perjuangkan terus apa yang sudah menjadi prioritasmu dan sudah ada penyemangat dariku meskipun itu hanya benda mati. Jagalah terus titipan yang aku percayakan kepadamu, meskipun kita tua nanti.
Komentar