Teman Baik - part 2

Keesokan harinya, aku terbangun tepat pukul 12 pm, mataku serasa tak mau dibuka. Hampir satu jam aku berusaha membuka mata, dan akhirnya aku pergi mandi. Aku memang pengangguran karena belum kuliah dan belum ada panggilan kerja. Kegiatanku dirumah hanya makan dan tidur, karena gak ada sesuatu yang bisa aku lakukan. Aku juga sering melihat film saat lagi bosan, karena emang film yg bisa menghabiskan waktuku lebih cepat.

Tak ada pesan apapun hari ini, aku hanya duduk seharian di teras rumah memandangi jalan sekitar dengan secangkir kopi dan alunan lagu yang aku mainkan di hp ku. Lama sekali aku duduk di teras, aku memikirkan tentang masa depanku seakan berhenti begitu saja. Aku jadi pengangguran karena belum ada panggilan kerja, setiap hari aku habiskan waktu dengan bermain hp, menonton tv, bermain video game, nonton film yang ada di hp ku. Semua aku lakukan setiap hari begitu tanpa ada penyeselan hari ini karena aku tau esok akan lebih baik dari hari ini.

Hari demi hari berlalu, aku melanjutkan hidupku dengan penuh semangat meskipun aku berada dalam tahap penyembuhan sakit hati yang aku alami 6 bulan lalu. Aku masih ingat waktu itu, hari yang menyedihkan dalam hidupku, tak ada orang yang menyayangiku lagi. Seakan aku hidup sendiri dalam kesunyian, aku tetap melanjutkan hidupku sampai sekarang. Aku tau masih banyak orang yang bisa membahagiakan aku, termasuk kamu ica! Aku buat setiap hariku adalah hari terakhir aku di dunia ini, aku tak tau kenapa? Tapi yang jelas aku sudah berusaha dan tuhan yang akan menjawab usahaku itu. 

Malam hari tanggal 17 agustus 2016

aku bermimpi tentang kita. Mimpi yang sangat indah dan cepat, tanpa aku detailnya. Aku terbangun pukul 1.am waktu setempat, aku berkeringat! Aku mengambil nafas sejenak lalu bangkit untuk mengamil segelas air putih untuk menenangkanku. Lalu aku tidur lagi.

Pagi harinya aku menemui ica di sebuah taman yang biasa kita kunjungi, tapi sebelum aku menyapanya ada seorang pemuda yang menghampirinya membawa bunga mawar merah kesukaanku. Aku tak tau maksud pemuda itu, aku melihatnya dari kejauhan dan pemuda itu bertekuk lutut serta menyodorkan bunga mawar itu di tengah keramain taman itu. Ica mengambil bunga itu dan menciumnya baunya, dan pemuda itu langsung berdiri dan memegang tangannya, aku tak tau apa yang mereka bicarakan. Setelah itu memerahlah wajah pemuda itu, dan mencium kening ica. Entah apa yang barusan ica katakan aku tak tau!
Malam harinya aku pergi kerumah ica, dan menanyakan hal yang tadi pagi aku lihat.

“ica, tadi siapa yang membawakan bunga untukmu?” tanyaku

“oh itu tadi temenku” jawabnya singkat

“temen kok pake bawa bunga segala?” pikirku heran

“tadi dia ngungkapin isi hatinya ke aku, tapi aku tolak karena aku gak suka sama dia.” jawabnya menjelaskan

“terus orang yang kamu suka siapa?” tanyaku penasaran

“kamu!” jawabnya singkat dengan senyum indahnya itu

“apaa? Gak salah denger aku?” jawabku masih tak percaya

“iya kamu, yang bisa buat hari-hariku berwarna.” jawabnya pelan

“terus apa kita bisa lanjut dalam tahap selanjutnya?” tanyaku penuh harap

“hahahaaa... kayak apa ajaa, gak dulu ah, kita gini aja. Aku lebih nyaman kita kayak gini.” jawabnya dengan senyum tulus

aku sejenak terhening dan memikirkan sesuatu yang saat dia berkata begitu, “apa aku bisa bikin nyaman orang lain sementara aku tak nyaman dengan hidupku sendiri?” Itu yang aku pikirkan dalam lamunan singkat.

“apa kamu yakin?” aku bertanya meyakinkan

“aku yakin dengan keputusanku, karena kalau kita pacaran nanti ada yang janggal. Lebih baik begini tapi kita bisa mengungkapkanperasaan kita masing-masing, aku lebih suka kamu yang kayak gini. Dan aku gak mau nyakitin kamu.” penjelasan yang cukup membuatku tenang

“aku paham kok.” sambil tersenyum aku memeluknya dari samping

dan dari situ aku pertemenan kita menjadi satu tingkat lebih dekat dan lebih mengutarakan perhatian masing-masing tanpa ada kecemburuan, saling memahami, dan percaya jikalau memang jodoh pasti akan kembali. 
'Merpati terbaik selalu tau jalan pulang.'

TAMAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penguasa

Manusia

Don't Judge Anyone