Teman Baik - part 1
Suatu pagi yang cerah, dengan suara
burung berkicau aku bangkit dari tempat tidur. Bergegas untuk mandi
dan bersiap untuk menemui seseorang, setelah selesai aku sarapan
dengan roti tawar dan segelas kopi hangat. Oh iya, perkenalkan aku
okky fajar w. Panggil aja okky, ini ceritaku yang mungkin bisa
menghibur pembaca semua.
Setelah itu aku memakai sepatu
kesayanganku dan mulai menghidupkan motor tuaku. Aku berjalan santai
sambil menikmati jalan raya di pagi hari, sesampainya dirumah orang
tersebut aku dipersilahkan masuk dan aku duduk dikursi kayu dengan
spon yang empuk. Dia mengambilkan minum dan memperkenalkan dirinya.
"namaku ica resti, salam kenal."
sambil menyodorkan tangannya.
"Okky fajar salam kenal juga."
Aku gengam tangan mungil itu dan aku merasa aneh.
Ica resti berpostur sedang dengan
tinggi 160cm, berambut gelombang dan diperindah dengan matanya yang
kecoklatan, bibirnya tipis seolah berkata, "aku yang paling
seksi." Dengan suara agak lantang dan tangan yang mungil.
Membuat dia tampak sempurna.
lalu perbincangan berlanjut.
"Kuliah dimana?" tanyaku
singkat
"Di unair, hehe alhamdulliah bisa
masuk sana." sambil tersenyum
Aku melihat senyuman indah itu, senyum
yang menenangkan jiwaku.
"Wah hebat dong, aku aja gagal
masuk situ." Dengan nada pelan, tapi dia langsumg tersenyum
kembali
"Ayo semangat masih ada tahun
depan." Mendengar perkataan itu, rasanya bahagia banget!!
Obrolan kami pun jadi tidak canggung
sampai jam menunjukan pukul 3:00 pm, aku bergegas pamit pulang karena
sudah lebih dari 4 jam aku disini. Aku bersalaman kembali dengan ica,
dan menebar senyum itu lagi. motor langsung kuhidupkan dan kupacu
pada kecepatan standart, Aku mampir di mini market untuk membeli kopi
kesukaanku. Setelah itu aku langsung pulang kerumah dan membuat makan
malam.
Sepanjang malam aku selalu memikirkan ica dalam benakku. Entah
apa yang membuat dia spesial, nada bbm mengagetkanku dan memecah
lamunanku. Ternyata itu bbm dari ica, semalam suntuk kami bbman.
Bahas apa saja yang kami tau dan mendekatkan diri satu sama lain, apa
ini yang namanya cinta? Mungkin hanya kagum.
Bersambung..
Komentar