Patah Hati

Ternyata semakin dewasa semakin berat beban yang harus ditanggung, kenyataan memang lebih pedih daripada harapan, kenyataan yang membuat serpihan kaca terhempas dengan hebatnya ke dinding sehingga menimbulkan rasa sakit yang aku rasakan. Alunan lagu di pagi hari, terasa mengingatkan kepada yang sudah-sudah, bagaimana dengan-nya? Mungkin kebenaranya memang dia sudah bahagia daripada aku yang hanya serpihan kaca yang membawa luka bagi yang menyentuh aku. Kegelapan sungguh merepotkan, tak ada setitik cahaya yang menyalah membuat mata ini terasa perih untuk menatap.

Tanpa kau sadari keadilan ternyata membawa luka yang lebih dalam, bagaimana tidak? Saat keadaan sudah memburuk, lalu kau datang membawa keadilan yang ternyata membawa kepedihan didalam jiwa. Aku tau semua kamu lakukan agar kamu mengerti apa yang kamu rasakan, tanpa keadilan pun aku sudah merasakan-nya, rasa sakit yang kamu hadapi tak sebanding dengan perjuangan mempertahankan apa yang selama ini aku jaga dengan baik. Suatu hari nanti kamu akan mengerti keadilan akan membawa banyak luka yang akan membuat serpihan kaca semakin hancur berkeping-keping, tanpa kamu sadari serpihan kaca tersebut sudah membuat mata kamu perih untuk melihat betapa indahnya perdamaian.

Aku selalu menyatuhkan walaupun cara yang aku gunakan terkesan biasa dan mungkin membosankan, walaupun sakit jarum dan benang selalu punya cara untuk merekatkan yang sudah terpisah belah menjadi sesuatu yang indah. Dengan-nya aku berfikir, apa sayang memang harus saling menyakiti? Apakah sayang sebecanda itu? Apakah semua berlandasankan keadilan? Tanpa berujung perdamaian yang justru membuat pertemuan selalu dirindukan.

Aku hanya merenung tanpa mempertanyakan apa yang sudah terjadi, duduk terdiam berangan semua harapan kita menjadi kenyataan dan yang terjadi adalah sebaliknya. Rasa sakit yang sudah terurai menjadi suatu kebahagiaan, sekarang rasa sakit tersebut membuat dunia seakan terasa tak berguna. Memang perbedaan selalu membawa kepada perseteruan, tetapi perbedaan banyak yang menyatuhkan antara kamu dan aku, meskipun serpihan kaca tersebut sudah membuat pertemuan yang dulu baik-baik saja menjadi malahpetaka yang harus dihindari.

Semua kehidupan sudah memiliki porsinya masing-masing, terkadang ada yang serakah dan ada juga yang pasrah. Kehidupan bukan tentang bagaimana kamu berjuang lalu mendapat hasil yang maksimal, tidak! Hidup terkadang jauh dari harapan, karena kehidupan di masa sekarang lebih kacau daripada dulu. Sampai pada akhirnya setiap orang akan menyakiti satu sama lain, hanya untuk mendapat apa yang mereka inginkan dengan nafsu yang menggebu.

Tersadar dalam mimpi, kenyataan begitu pedih seakan kicauan burung dipagi hari sudah tidak berarti serta matahari yang memberi sumber kekuatan menjadi tak berharga sama sekali. Hanya ucapan yang bisa membuat sesak dan piluh ini menjadi sebuah senyuman, agar kamu mengerti keadilan tanpa perdamaian bukan hal yang bisa dipisahkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penguasa

Manusia

Don't Judge Anyone