Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Hujan

Hujan sering kali membasahi tubuh ini, yang mengharuskan aku merasakan dingin yang menusuk, terang aku menatap awan yang gelap seolah bersedih dengan ketidakhadiranmu disini. Ku coba berdiri tegak, melawan derasnya air yang berjatuhan dengan segenap kekuatan kuarungi limbah kerinduan dalam tangis hujan yang menghadang. Kusibak rambutku untuk tidak mengganggu arah pandang yang tertuju kepadamu, dengan begitu kamu bisa melihatku dari jauh. Terlihat perubahanmu yang semula baik-baik saja menjadi tak karuan, karena derasnya air yang mengalir begitu saja di seluruh tubuhmu. Angin berhembus kencang menghantarkan udara dingin yang menyelimuti tubuh ini tanpa ada rasa sakit dikala dingin menusuk, aku memeluk diriku untuk mencari ruang hangat yang sudah tercipta ditubuh ini, menggali apa yang memang sudah seharusnya. Aku hanya berfikir, kenapa hujan selalu datang dan menumpahkan air yang begitu banyak seakan tak pernah habis untuk dihitung? Dari situ pemikiranku sudah terpacu oleh jutaan ri...

Don't Judge Anyone

Ada banyak cerita yang mungkin terjadi disekitar kita, entah itu cerita buruk, baik, senang, sedih, sampai mengharuhkan dll. Tetapi terkadang cerita yang sama berulang-ulang Dan menjadi topik bahasan yang menarik untuk diperbincangkan dan itu tanpa tau kebenaranya, memang cerita tersebut mungkin terlalu hangat untuk mereka santap sembari olahraga. Ada kalanya semua yang kita bayangkan tak pernah terjadi, justru sebaliknya yang terjadi sesuai kenyataan yang ada. Suatu malam yang dingin, panggil saja aku miftah, dingin ini menusuk hidung yang sedang terkena flu, sampai aku tak kuat menahan bersin yang beberapa kali terlontar, “hacin, wahingg , hasinnnnn.....” terdengar seperti 3x semburan tetapi hanya satu semburan yang kujadikan satu untuk mempersingkatnya. Aku mencari kemana obat yang biasa aku minum untuk meredahkan situasi ini dengan terburu aku mencari obat di meja ibuku yang memang disimpan disitu dengan rapi nya tertata lalu kuacak-acak untuk mencarinya, setelah beberapa saat ke...

Rinduku

Aku semakin menggila dengan apa yang sudah ada menyiksakan seluruh amarah yang ada Aku membuat pertemuan selalu sia-sia Dengan itu yang menyisahkan lara Aku bagai tombak yang siap menyerang Memanaskan seluruh gagang Sampai melepuh tangan jika kau pegang Serpihan kaca terasa indah untuk dipandang Setetes darah nikmat untuk ditelan Aku bagai serpihan kaca tersebut Yang menikmati setiap tetes darah yang terbuang Aku bisa saja membuat mata menjadi lagu Mengisahkannya dengan senandung rindu Tanpa harus merubahnya menjadi ragu Untuk bertemu dengan sang pangeran rindu

Alunan

Disini ku menanti Alunan melodi yang sehati Memberikan sebuah senyuman berarti Hingga menemukan cinta yang sejati Aku ada karena kamu ada setiap detik ku bernafas Mengembuskan apa yang seharusnya dihembuskan Tanpa bertanya apa yang sedang kau rasa? Ada pepatah mengatakan "Semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya" Ternyata pernyataan tersebut benar adanya Ketika ku terbang melayang Selalu ada rintangan yang menghadang Aku seperti sebuah kata Yang tak berarti jika tidak diikuti dengan kata lain Sesuatu yang seharusnya bermakna Kini tinggal sebuah lamunan Kamu tinggal bersama ku disini Menyanyikan lagu indah ini Dengan apa yang sudah kita raih Membuka lamunan sebuah misteri

Renung

Di sepertiga malam lalu ku termenung. Dengan bahasa yang sedang mengepung. Disitu ada serpihan yang sudah lama mengapung. Tanpa kau hiraukan sedikitpun. Sukma rindu melanda. Dengan aliran deras yang senada. Kau membuat pertemuan selalu indah. Dengan cara kerja yang serupa. Lihatlah lautan biru luas membentang. Seakan penuh akan rintangan. Disini ku merenung dalam kehampaan. Tanpa kau sadari keadilan ternyata membawa kepedihan. Aku berangkat dari masyarakat yang terbuang. Lalu kulihat sosok yang merekat. Aku berfikir untuk apa dia terikat. Kalau pada akhirnya harus mengikat.

Ibu

Terukir indah dalam jiwa Yang menenangkan Luka Bergerak dengan arah Seolah terbias oleh cahaya Aku hanya segumpal darah Yang sudah berupa Selama hayat masih bernyawa Ku kan berjuang tanpa duka Sampai diriku sadar Engkau pejuang tanpa pudar Yang membuat serpihan berputar Hingga menemukan sosok yang berakar