Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Rinduku

Aku semakin menggila dengan apa yang sudah ada menyiksakan seluruh amarah yang ada Aku membuat pertemuan selalu sia-sia Dengan itu yang menyisahkan lara Aku bagai tombak yang siap menyerang Memanaskan seluruh gagang Sampai melepuh tangan jika kau pegang Serpihan kaca terasa indah untuk dipandang Setetes darah nikmat untuk ditelan Aku bagai serpihan kaca tersebut Yang menikmati setiap tetes darah yang terbuang Aku bisa saja membuat mata menjadi lagu Mengisahkannya dengan senandung rindu Tanpa harus merubahnya menjadi ragu Untuk bertemu dengan sang pangeran rindu

Alunan

Disini ku menanti Alunan melodi yang sehati Memberikan sebuah senyuman berarti Hingga menemukan cinta yang sejati Aku ada karena kamu ada setiap detik ku bernafas Mengembuskan apa yang seharusnya dihembuskan Tanpa bertanya apa yang sedang kau rasa? Ada pepatah mengatakan "Semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya" Ternyata pernyataan tersebut benar adanya Ketika ku terbang melayang Selalu ada rintangan yang menghadang Aku seperti sebuah kata Yang tak berarti jika tidak diikuti dengan kata lain Sesuatu yang seharusnya bermakna Kini tinggal sebuah lamunan Kamu tinggal bersama ku disini Menyanyikan lagu indah ini Dengan apa yang sudah kita raih Membuka lamunan sebuah misteri

Renung

Di sepertiga malam lalu ku termenung. Dengan bahasa yang sedang mengepung. Disitu ada serpihan yang sudah lama mengapung. Tanpa kau hiraukan sedikitpun. Sukma rindu melanda. Dengan aliran deras yang senada. Kau membuat pertemuan selalu indah. Dengan cara kerja yang serupa. Lihatlah lautan biru luas membentang. Seakan penuh akan rintangan. Disini ku merenung dalam kehampaan. Tanpa kau sadari keadilan ternyata membawa kepedihan. Aku berangkat dari masyarakat yang terbuang. Lalu kulihat sosok yang merekat. Aku berfikir untuk apa dia terikat. Kalau pada akhirnya harus mengikat.

Ibu

Terukir indah dalam jiwa Yang menenangkan Luka Bergerak dengan arah Seolah terbias oleh cahaya Aku hanya segumpal darah Yang sudah berupa Selama hayat masih bernyawa Ku kan berjuang tanpa duka Sampai diriku sadar Engkau pejuang tanpa pudar Yang membuat serpihan berputar Hingga menemukan sosok yang berakar