Renung

Di sepertiga malam lalu ku termenung.
Dengan bahasa yang sedang mengepung.
Disitu ada serpihan yang sudah lama mengapung.
Tanpa kau hiraukan sedikitpun.

Sukma rindu melanda.
Dengan aliran deras yang senada.
Kau membuat pertemuan selalu indah.
Dengan cara kerja yang serupa.

Lihatlah lautan biru luas membentang.
Seakan penuh akan rintangan.
Disini ku merenung dalam kehampaan.
Tanpa kau sadari keadilan ternyata membawa kepedihan.

Aku berangkat dari masyarakat yang terbuang.
Lalu kulihat sosok yang merekat.
Aku berfikir untuk apa dia terikat.
Kalau pada akhirnya harus mengikat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penguasa

Manusia

Don't Judge Anyone