Rinduku

Aku semakin menggila dengan apa yang sudah ada
menyiksakan seluruh amarah yang ada
Aku membuat pertemuan selalu sia-sia
Dengan itu yang menyisahkan lara

Aku bagai tombak yang siap menyerang
Memanaskan seluruh gagang
Sampai melepuh tangan jika kau pegang

Serpihan kaca terasa indah untuk dipandang
Setetes darah nikmat untuk ditelan
Aku bagai serpihan kaca tersebut
Yang menikmati setiap tetes darah yang terbuang

Aku bisa saja membuat mata menjadi lagu
Mengisahkannya dengan senandung rindu
Tanpa harus merubahnya menjadi ragu
Untuk bertemu dengan sang pangeran rindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penguasa

Manusia

Don't Judge Anyone