Don't Judge Anyone

Ada banyak cerita yang mungkin terjadi disekitar kita, entah itu cerita buruk, baik, senang, sedih, sampai mengharuhkan dll. Tetapi terkadang cerita yang sama berulang-ulang Dan menjadi topik bahasan yang menarik untuk diperbincangkan dan itu tanpa tau kebenaranya, memang cerita tersebut mungkin terlalu hangat untuk mereka santap sembari olahraga. Ada kalanya semua yang kita bayangkan tak pernah terjadi, justru sebaliknya yang terjadi sesuai kenyataan yang ada.

Suatu malam yang dingin, panggil saja aku miftah, dingin ini menusuk hidung yang sedang terkena flu, sampai aku tak kuat menahan bersin yang beberapa kali terlontar, “hacin, wahingg , hasinnnnn.....” terdengar seperti 3x semburan tetapi hanya satu semburan yang kujadikan satu untuk mempersingkatnya. Aku mencari kemana obat yang biasa aku minum untuk meredahkan situasi ini dengan terburu aku mencari obat di meja ibuku yang memang disimpan disitu dengan rapi nya tertata lalu kuacak-acak untuk mencarinya, setelah beberapa saat ketemu juga, memang aku tidak terlalu sabar dan teliti untuk mencari sesuatu, setelah aku meminumnya beberapa menit kemudian terasa lebih ringan, aku bergegas kembali keruanganku untuk beristirahat.

Setelah pagi tiba terasa hawa sejuk menembus pori-pori kulitku yang memang sudah terbiasa akan hawa pagi yang segar, berlalu begitu saja aku coba mengecek jam tanganku yang kutaruh disebelah ku untuk membangunkan ku saat alarm berbunyi, langsung saja aku kekamar mandi bersiap diri untuk bekerja part time yang memang kulakukan demi kebutuhan yang mendesakku untuk melakukannya, tetapi aku senang karena aku lebih suka melakukannya daripada harus memikirkannya. Setelah 2 jam aku bekerja mungkin saatnya pulang, untuk melanjutkan aktifitas rutin studiku yang berlangsung tengah hari sampai senja menghadang, kini aku sudah menginjak semester 2, memang masih cukup awal tetapi itu sudah membuka pikiranku yang meliputi kegelisahan, keraguan, emosi, kesenangan, kesedihan, dan edukasi yang aku dapatkan didalam menjalankan aktifitas rutinku. Saat didalam kelas kurasakan atmosfir yang berbeda dari biasanya terlihat beberapa kawan yang harus dibenarkan mungkin dia tidak sadar dengan kelakuannya dan menganggap itu benar tetapi Ada beberapa kesalahan yang sudah dia perbuat tanpa menyadari apa yang diperbuat. Pertama penurunan mental, melakukan hal ini memang sangat muda bergantung orang yang menerimanya, dia mengambil sisi positif atau negatifnya karena daya tangkap manusia memang berbeda, aku merasa bahwa apa yang orang itu rasakan terasa saat aku rasa, dan dia tidak sadar, secara psikis sih penerima ini tersinggung atau bagaimana, terlihat jelas dari ekspresi yang tergambar diraut wajah yang sedari tadi berseri senyum tetapi setelah mendengar apa yang orang itu katakan terlihat perubahan drastis 180° lengkungan senyum yang terpancar tiba-tiba menghilang jauh keujung semesta.

Entah apa yang terpikirkan disaat orang lain berkata seperti itu lalu ada sebuah gesekan diudara lalu masuk ketelinga disalurkan keotak dan terpancar aura yang secara reflek keluar dan seketika itu menusuk permukaan hati yang tidak tau menau soal perkataan dan pemikiran tetapi ikut terlibat dalam merasakan, apa yang harus dilakukan? Menurut ku ini hanya soal yang tidak dapat didefiniskan menjadi sebuah jawaban yang utuh tanpa proses pemahaman tentang arti menghargai satu sama lain, terpampang jelas apa yang sedang terjadi ketika aku duduk diam memperhatikan apa yang terjadi disekitarku, aku tak melakukan apapun! Aku hanya berdiam diri berusaha menjelaskan lewat telepati yang harusnya bisa diprakasai dialam bawah sadar saudari.

Bersambung....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penguasa

Manusia