Hujan
Hujan sering kali membasahi tubuh ini, yang mengharuskan aku merasakan dingin yang menusuk, terang aku menatap awan yang gelap seolah bersedih dengan ketidakhadiranmu disini. Ku coba berdiri tegak, melawan derasnya air yang berjatuhan dengan segenap kekuatan kuarungi limbah kerinduan dalam tangis hujan yang menghadang.
Kusibak rambutku untuk tidak mengganggu arah pandang yang tertuju kepadamu, dengan begitu kamu bisa melihatku dari jauh. Terlihat perubahanmu yang semula baik-baik saja menjadi tak karuan, karena derasnya air yang mengalir begitu saja di seluruh tubuhmu. Angin berhembus kencang menghantarkan udara dingin yang menyelimuti tubuh ini tanpa ada rasa sakit dikala dingin menusuk, aku memeluk diriku untuk mencari ruang hangat yang sudah tercipta ditubuh ini, menggali apa yang memang sudah seharusnya.
Aku hanya berfikir, kenapa hujan selalu datang dan menumpahkan air yang begitu banyak seakan tak pernah habis untuk dihitung? Dari situ pemikiranku sudah terpacu oleh jutaan rintik hujan yang selalu menyatuhkan aku dengan tuhan.
Suatu kebahagiaan diciptakan dari tangisan, yang harus dikorbankan tanpa ada penyesalan yang terbayar oleh sebuah harapan disetiap kesempatan yang berujung pada suatu keberhasilan yang nantinya dipertanggung jawabkan dengan keadilan tanpa harus tercipta kebohongan yang akan merugikan sehingga hanya ada aku dan kamu dalam sebuah kebersamaan didalam payung perdamaian untuk mencapai suatu impian dalam kenyataan yang mungkin sudah ditakdirkan dalam alunan yang mengiringi sebuah pesta yang dibalut dalam kehangatan tanpa ada kericuhan serta keyakinan untuk berbuat kebenaran yang harus ditegakan dalam kehidupan meskipun itu menyakitkan tapi selama ada perjuangan selalu ada pengorbanan yang mungkin berujung perpisahan dalam sebuah kesedihan.
Kusibak rambutku untuk tidak mengganggu arah pandang yang tertuju kepadamu, dengan begitu kamu bisa melihatku dari jauh. Terlihat perubahanmu yang semula baik-baik saja menjadi tak karuan, karena derasnya air yang mengalir begitu saja di seluruh tubuhmu. Angin berhembus kencang menghantarkan udara dingin yang menyelimuti tubuh ini tanpa ada rasa sakit dikala dingin menusuk, aku memeluk diriku untuk mencari ruang hangat yang sudah tercipta ditubuh ini, menggali apa yang memang sudah seharusnya.
Aku hanya berfikir, kenapa hujan selalu datang dan menumpahkan air yang begitu banyak seakan tak pernah habis untuk dihitung? Dari situ pemikiranku sudah terpacu oleh jutaan rintik hujan yang selalu menyatuhkan aku dengan tuhan.
Suatu kebahagiaan diciptakan dari tangisan, yang harus dikorbankan tanpa ada penyesalan yang terbayar oleh sebuah harapan disetiap kesempatan yang berujung pada suatu keberhasilan yang nantinya dipertanggung jawabkan dengan keadilan tanpa harus tercipta kebohongan yang akan merugikan sehingga hanya ada aku dan kamu dalam sebuah kebersamaan didalam payung perdamaian untuk mencapai suatu impian dalam kenyataan yang mungkin sudah ditakdirkan dalam alunan yang mengiringi sebuah pesta yang dibalut dalam kehangatan tanpa ada kericuhan serta keyakinan untuk berbuat kebenaran yang harus ditegakan dalam kehidupan meskipun itu menyakitkan tapi selama ada perjuangan selalu ada pengorbanan yang mungkin berujung perpisahan dalam sebuah kesedihan.
Komentar