Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Penguasa

Jayalah engkau dengan kehidupan glamor Guna keberhasilanmu memeras dan menindas perekonomian rakyat menengah kebawah Engkau hujani mereka dengan harga yang melambung tinggi Sehingga tak ada satupun dari mereka yang bisa menjangkaunya Dan dari situ, jutaan nyawa engkau korbankan Demi kepentingan pribadi Sumpah serapah tak kau hiraukan Peringatan yang menjadi tanda bahwa engkau hanya sementara Masih tak juga engkau hiraukan? Maka kaum yang tertindas segera menjalankan misinya Dari kehidupan yang tak tau arah Sekarang menjadi satu arah; pembantaian Aksi sudah dilancarkan, semua ikut-ikutan Merayakan penindasan terhadap penguasa yang suka mengatur kehidupan Caci maki menjadi saksi, rakyat lebih hebat dari penguasa Suara lirih terdengar dalam luka seorang penguasa

Manusia

Jelmaan manusia berserikat yang tak pernah puas Sekian juta manusia yang ada di puncak kehidupan Sekian miliar orang yang berada dalam kemiskinan Senaif itukah, mereka yang disebut Manusia? Dan Tidak adil jika mereka yang berada di puncak, berhasil hidup lebih lama dari mereka yang berada di bawah Tidak ada satupun kekuasaan, yang bisa diganggu Sementara mereka yang tertindas hanya bisa mengeluh Dan hanya bisa melihat diri mereka ditindas, dihancurkan, diinjak-injak, bagai sampah yang dibuang ke selokan Gema tangis dilantunkan secara lirih, dengan jiwa yang meronta 'kembalikan aku pada kehidupan yang layak' Tak satupun manusia yang mendengar suara lirih itu Tak satupun manusia yang peduli akan jeritan hati tersebut Lantas Semakin hancur dunia jika masih ada manusia yang tertindas Dan akan runtuh partikel kecil yang disebut kemanusiaan