Penguasa
Jayalah engkau dengan kehidupan glamor Guna keberhasilanmu memeras dan menindas perekonomian rakyat menengah kebawah Engkau hujani mereka dengan harga yang melambung tinggi Sehingga tak ada satupun dari mereka yang bisa menjangkaunya Dan dari situ, jutaan nyawa engkau korbankan Demi kepentingan pribadi Sumpah serapah tak kau hiraukan Peringatan yang menjadi tanda bahwa engkau hanya sementara Masih tak juga engkau hiraukan? Maka kaum yang tertindas segera menjalankan misinya Dari kehidupan yang tak tau arah Sekarang menjadi satu arah; pembantaian Aksi sudah dilancarkan, semua ikut-ikutan Merayakan penindasan terhadap penguasa yang suka mengatur kehidupan Caci maki menjadi saksi, rakyat lebih hebat dari penguasa Suara lirih terdengar dalam luka seorang penguasa